
Pelatihan Identifikasi Molekuler Nematoda Parasit Tanaman 2026 akan diselenggarakan pada 8–9 April 2026 di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan peserta dalam bidang identifikasi molekuler, khususnya pada nematoda parasit tanaman yang berperan penting dalam sektor pertanian. Selama dua hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi komprehensif mulai dari dasar identifikasi molekuler, praktik langsung ekstraksi DNA dan PCR, hingga desain primer spesifik serta analisis data sekuensing dan penyusunan pohon filogeni.
Pelatihan ini menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui sesi praktikum langsung (hands-on) yang dipandu oleh para ahli di bidangnya yaitu Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P. dan Dr. Muhammad Iqbal Maulana, S.Hut., M.Sc. yang dibantu oleh dua asisten yaitu Tiara Indah Wahyuni S.P., M.Sc. dan Nada Ayu Nurlaili S.P., M.Sc. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu memahami teknik-teknik molekuler secara lebih mendalam dan siap mengaplikasikannya dalam kegiatan penelitian maupun pengembangan di bidang proteksi tanaman.
Selain memperoleh ilmu dan pengalaman praktis, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang seperti materi kuliah, modul praktikum, training kit, jas laboratorium, konsumsi, serta sertifikat sebagai bukti partisipasi. Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi yang ingin memperdalam kompetensi di bidang nematologi molekuler, sekaligus menjadi wadah pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan Pelatihan Identifikasi Molekuler Nematoda Parasit Tanaman tahun 2026 ini sejalan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan (Goal 4) melalui penyediaan pelatihan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada pencapaian Goal 2 (Zero Hunger) dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mengidentifikasi dan mengendalikan nematoda parasit tanaman yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian. Melalui penguasaan teknik molekuler yang akurat, peserta diharapkan mampu mendukung sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Lebih lanjut, kegiatan ini turut mendukung Goal 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan mendorong inovasi di bidang bioteknologi pertanian, serta Goal 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam pengembangan ilmu nematologi molekuler. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan secara global.

Tinggalkan Balasan