
Dalam upaya merespons ancaman global terhadap komoditas pisang, tiga dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi aktif dalam kegiatan workshop co-design yang diselenggarakan di Manila pada Maret 2026. Delegasi tersebut terdiri atas Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ibu Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D. dan Ibu Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, yang tergabung dalam tim kolaborasi riset bersama ACIAR. Kegiatan ini berfokus pada perancangan strategi terpadu dalam pengelolaan penyakit layu pada tanaman pisang yang disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum f. sp. cubense Tropical Race 4 (TR4).
Patogen Fusarium oxysporum f. sp. cubense TR4 merupakan salah satu ancaman paling serius bagi produksi pisang dunia, khususnya pada varietas Cavendish yang mendominasi pasar global. Cendawan tular tanah ini menyerang sistem pembuluh tanaman, menyebabkan gejala layu permanen hingga kematian tanaman. Keunggulan patogen ini terletak pada kemampuannya bertahan lama di dalam tanah tanpa inang, sehingga sangat sulit diberantas. Penyebarannya telah dilaporkan meluas dari Asia Tenggara ke wilayah lain seperti Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin, menjadikannya isu strategis dalam ketahanan pangan global. Selain berdampak pada aspek produksi, serangan TR4 juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani serta mengancam keberlanjutan industri pisang dunia.
Melalui forum co-design workshop ini, para peneliti dan praktisi dari berbagai negara berdiskusi secara intensif untuk merumuskan pendekatan inovatif dalam pengelolaan penyakit TR4, mulai dari penguatan sistem deteksi dini, penerapan praktik budidaya yang lebih adaptif, hingga strategi sosial-ekonomi dalam mitigasi dampak bagi petani. Keterlibatan lintas disiplin—antara bidang proteksi tanaman dan sosial ekonomi pertanian—menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga implementatif di tingkat lapangan. Partisipasi dosen UGM dalam forum ini sekaligus mempertegas peran aktif institusi dalam jejaring riset internasional dan kontribusi nyata terhadap penanganan isu pertanian global.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Upaya pengendalian penyakit tanaman yang berdampak luas seperti TR4 berkontribusi dalam menjaga stabilitas produksi pangan, meningkatkan ketahanan sistem pertanian, serta memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan global di sektor agrikultur.

Tinggalkan Balasan