Kolaborasi UGM, GMP, dan PEI Teliti Mikroba Endosimbion untuk Pengendalian Hama Tebu

Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mempresentasikan proposal riset bertajuk “Profiling dan Eksplorasi Potensi Mikroba Endosimbion untuk Pengendalian Hama Penggerek Tebu” dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih berkelanjutan melalui pendekatan biologi molekuler dan mikrobiologi serangga.

Riset tersebut dipimpin oleh Dr. Suputa, S.P., M.P. dan Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si dari Departemen HPT Fakultas Pertanian UGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengeksplorasi potensi mikroba endosimbion yang hidup di dalam tubuh serangga hama penggerek tebu, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen HPT Fakultas Pertanian UGM dengan PT. Gunung Madu Plantation (GMP) serta Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI). Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi, industri perkebunan, dan organisasi profesi dalam mengembangkan inovasi pengendalian hama berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kolaborasi tersebut, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi pengendalian hama penggerek tebu yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor perkebunan tebu di Indonesia.

Kegiatan penelitian mengenai eksplorasi mikroba endosimbion untuk pengendalian hama penggerek tebu ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa tujuan dalam United Nations melalui kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Riset ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2: Zero Hunger dengan mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan melalui pengendalian hama yang lebih efektif. Selain itu, pendekatan pengendalian berbasis mikroba yang ramah lingkungan turut mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production serta SDG 15: Life on Land karena berpotensi mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan organisasi profesi dalam penelitian ini juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam mendukung inovasi dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *