Perkuat Kolaborasi Internasional, Dosen UGM Kunjungi Sentra Pengolahan Serat Pisang Abaka di Davao, Filipina

Pada  16 Februari 2026, sejumlah dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan akademik dan penjajakan kerja sama ke sentra pengolahan serat pisang abaka di Kota Davao, Filipina. Kegiatan ini diikuti oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc., Prof. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM, serta Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dari Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan internasional dalam pengembangan komoditas berbasis pertanian berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan dosen UGM melakukan observasi langsung terhadap proses budidaya, pemanenan, hingga pengolahan serat pisang abaka yang dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Filipina dengan nilai ekonomi tinggi. Selain itu, diskusi intensif dilakukan bersama pengelola industri dan peneliti setempat mengenai inovasi teknologi pengolahan serat, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta peluang pengembangan produk turunan berbasis serat alam. Kolaborasi antara bidang proteksi tanaman dan rekayasa industri ini diharapkan mampu menghasilkan solusi terpadu, mulai dari peningkatan produktivitas tanaman hingga efisiensi proses pascapanen dan industrialisasi produk.

Kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama riset dan pertukaran pengetahuan antara UGM dan mitra internasional, khususnya dalam pengembangan komoditas serat alami yang ramah lingkungan. Selain memperluas jejaring akademik, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi berbasis riset yang dapat diimplementasikan di Indonesia, terutama dalam pemanfaatan tanaman serat sebagai sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat.

Kunjungan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kolaborasi internasional dan integrasi keilmuan lintas bidang, kegiatan ini mendorong pengembangan industri berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan masa depan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *