Peningkatan Kompetensi Identifikasi Jamur melalui Pelatihan Mikologi di UGM

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang nematologi, PT Agri Makmur Pertiwi menugaskan dua staff yaitu sdr. Hasby, S. P, M. P. dan Agistha Melyndasari, S. Tr.P. untuk mengikuti pelatihan mikologi yang dilaksanakan di Laboratorium Klinik, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada tepatnya di Gedung A2A Lantai 3. Kegiatan pelatihan jamur diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Senin–Selasa, 12–13 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Departemen, dilanjutkan dengan coffee break. Materi hari pertama dimulai dengan pembahasan sistem klasifikasi jamur yang disampaikan oleh Dr. Suryanti, S.P., M.P., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan karakter morfologi jamur, khususnya Fusarium, termasuk Fusarium graminearum yang bersinonim dengan Gibberella zeae, oleh Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc. Setelah sesi istirahat, peserta mengikuti materi dan praktik deteksi jamur terbawa biji menggunakan metode blotter dan agar pada biji jagung, serta teknik isolasi jamur Fusarium dari bahan tanaman dan tanah yang dipandu oleh Dr. Suryanti, S.P., M.P. Kegiatan hari pertama ditutup dengan praktik teknik pemurnian kultur jamur dan isolasi spora tunggal yang dipandu oleh Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada teknik pembuatan preparat untuk identifikasi jamur yang disampaikan oleh Dr. Suryanti, S.P., M.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi istirahat. Selanjutnya, peserta mengikuti materi dan praktik identifikasi Fusarium berdasarkan karakter morfologi serta dokumentasi morfologi mikroskopis yang dipandu oleh Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara terstruktur dan interaktif, mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan praktik laboratorium untuk memperkuat kompetensi peserta dalam identifikasi dan pengelolaan jamur patogen tanaman.

Kegiatan pelatihan mikologi ini berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang mikologi, khususnya pemahaman klasifikasi, identifikasi, dan pengelolaan jamur patogen tanaman berbasis teori dan praktik laboratorium. Kedua, pelatihan ini selaras dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan, karena peningkatan kemampuan identifikasi dan pengendalian jamur patogen tanaman dapat mendukung upaya menjaga produktivitas dan ketahanan pangan. Ketiga, kegiatan ini turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan metode ilmiah dan teknik laboratorium dalam analisis jamur patogen yang mendorong pengembangan inovasi di bidang perlindungan tanaman. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman keanekaragaman jamur serta penerapan pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang berkelanjutan guna menjaga keseimbangan dan kesehatan agroekosistem.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *