
Pada Maret 2026, mahasiswa Program Magister Ilmu Hama Tanaman melaksanakan kegiatan praktikum lapangan Taksonomi dan Sistematika Serangga yang berlangsung di kawasan Taman Lansia Ceria (TLC) Bethesda Yakkum serta area Kali Kuning di sekitarnya. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian integral dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap keanekaragaman serangga, teknik identifikasi, serta metode koleksi di habitat alaminya. Praktikum ini dibimbing oleh dosen, yaitu Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si. dan Dr. Suputa, S.P., M.P., serta didukung oleh asisten praktikum Manda Rahma Cyntia, S.P. dan Hanifan, S.P., M.Sc., yang secara aktif mendampingi proses teknis di lapangan.
Selama dua hari satu malam, mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan eksploratif dan aplikatif. Kegiatan diawali dengan pemasangan berbagai jenis perangkap serangga, seperti light trap untuk menarik serangga nokturnal, serta yellow dan blue sticky trap, yellow pan trap, dan pitfall trap yang digunakan untuk menangkap serangga dengan karakteristik ekologis yang berbeda. Selain itu, mahasiswa juga melakukan eksplorasi aktif di area Kali Kuning untuk mengoleksi serangga secara langsung dari habitatnya. Setiap spesimen yang diperoleh kemudian didokumentasikan dan diamati sebagai bagian dari proses identifikasi taksonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis dalam memahami hubungan antara serangga dan lingkungannya secara lebih komprehensif.
Suasana pembelajaran yang berlangsung di alam terbuka memberikan pengalaman akademik yang mendalam sekaligus menantang, di mana mahasiswa dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang dinamis. Interaksi intensif antara mahasiswa, dosen, dan asisten praktikum turut menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, memperkuat diskusi ilmiah, serta mendorong rasa ingin tahu terhadap keanekaragaman hayati serangga yang memiliki peran penting dalam ekosistem.
Kegiatan praktikum ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan poin 15 (Ekosistem Daratan). Melalui pembelajaran lapangan yang berfokus pada keanekaragaman serangga dan interaksinya dengan lingkungan, mahasiswa didorong untuk memahami pentingnya konservasi biodiversitas serta pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam membentuk generasi peneliti yang peka terhadap isu lingkungan dan mampu memberikan solusi ilmiah berbasis data lapangan.

Tinggalkan Balasan