Di era pertanian modern, di mana teknologi dan inovasi memegang peranan penting, pengelolaan hama harus berkembang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda. Melalui memanfaatkan berbagai teknologi, seperti kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT), kita dapat meningkatkan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk penerapan PHT yang efektif di lanskap pertanian kontemporer ini.
Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa Magister Ilmu Hama Tanaman (MIHT) dan Student Community of Pest Science (SCoPS), Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian UGM bekerja sama dengan Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) menyelenggarakan Seminar Nasional pertama Bernama Seminar Ilmu Hama Tanaman Indonesia (SIMATANI) secara bauran pada tanggal 2 Desember 2024. Seminar ini dibuka secara langsung oleh Ketua Departemen HPT, Prof. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D., dan Ketua Program Studi MIHT, Dr. Suputa di Ruang Ventura, Agrotropica Learning Center (AGLC), Fakultas Pertanian, UGM. Selanjutnya sambutan diberikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. terkait dukungan dalam pelaksanaan SIMATANI.
Tema yang diangkat tahun ini adalah “Ilmu Hama dalam Pengelolaan Hama Terpadu: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Pertanian Modern.”
Konferensi ini memiliki dua subtema, yaitu Ilmu Hama Dasar (entomologi, pathogen serangga) dan Teknologi Pengendalian Hama (pengendalian hayati, pestisida botani, pestisida kimia, IoT). Sebanyak 46 peserta dari 16 perguruan tinggi dan institusi diharapkan dapat menyampaikan makalah dalam subtema ini.
Sebanyak 196 peserta hadir baik secara virtual maupun tatap muka dalam seminar yang meliputi pemaparan materi seminar panel dan hasil penelitian dari abstrak terpilih. Tiga pembicara utama yang turut hadir dalam acara ini, yaitu Prof. Dr. Ir. Dadang, M.Sc. dari PEI dan IPB University menyampaikan ” Isu-isu Kontemporer Pestisida dan Lingkungan: Peluang dan Tantangan bagi Pertanian Indonesia”; Prof. Dr. Kusrini, M.Kom., Direktur Program Pascasarjana Universitas AMIKOM Yogyakarta, menyampaikan “Peran Inovasi Teknologi dalam Penggelolaan Hama Terpadu untuk Mendukung Era Pertanian Modern”; dan Prof. Drs. Rosichon Ubaidillah, M.Phil., Ph.D. dari Pusat Penelitian Biosistematika dan Evolusi BRIN menyampaikan “Relevansi Biosistematika dalam penggelolan Hama Pertanian.”
Peserta SIMATANI berasal dari 10 provinsi di Indonesia, perguruan tinggi dan lembaga tersebut yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, IPB University, Universitas Multimedia Nusantara, UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sunan Giri Surabaya, Universitas Lampung, Universitas Mataram, Institut Teknologi Kelapa Sawit Indonesia, Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Bengkulu, Universitas Nusa Cendana, dan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat.
SIMATANI ditutup dengan selesainya kegiatan breakout room. Seminar ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Seminar Pascasarjana (PNH20226002 dan PNH20246008) program studi MIHT. SIMATANI dirancang untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa, memperluas jaringan, dan mengembangkan keterampilan seminar mereka, sekaligus mendorong kolaborasi antara ilmuwan, mahasiswa, dan profesional di bidang ilmu hama tanaman untuk berbagi temuan penelitian dan wawasan tentang topik-topik yang sedang berkembang saat ini. Mahasiswa MIHT didorong untuk lebih mengembangkan soft skills mereka dengan menyelenggarakan seminar nasional.
Penulis: Alimah Putri Milania
Editor: Riya Fatma Sari
Tinggalkan Balasan